KOTA CIREBON, SC – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ahmad Yani, M. Ag, terkonfirmasi Positif Corona Virus Disease 19 (Covid-19). Hal itu tidak dibantah oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin.
Arifin membenarkan adanya kejadian luar biasa ini yang menimpa Ahmad Yani selaku Ketua LP2M dan tenaga pengajar di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dengan adanya kejadian ini pihak internal kampus langsung berinisiatif untuk tracking kepada pegawai serta tenaga pendidikan di lingkungan tempat Ahmad Yani bekerja.
“Kami sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan, semuanya secara bergilir ke Dinas Kesehatan untuk tracking sekitar 5 sampai 6 orang, yang berangkat pertama itu Kabag Umum dan Kasubag Umum, untuk sekarang hasilnya tinggal menunggu dari pihak Dinas Kesehatan,” ujar Arifin saat ditemui Suara Cirebon di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (8/09/2020).
Lanjut dia, perihal data yang sudah masuk tracking di Dinas Kesehatan Kota Cirebon belum bisa diambil karena ini menyangkut hal privasi pasien yang harus dijaga.
“Salah satu hasil tracking sudah ada yang dinyatakan negatif, ada yang sudah periksa secara mandiri juga, masalah data yang ada di dinas kesehatan kami sudah memohon tapi belum juga dikasih mungkin karena ini riwayat medis yang belum bisa dipublis,” katanya.
Arifin juga menuturkan, untuk kegiatan kampus selama ini sudah menjalani sistem bekerja dan belajar dari rumah.sejak April lalu dan rektor belum mengizinkan pembelajaran tatap muka untuk dosen maupun mahasiswa, terkecuali jika ada sesuatu yang penting yang mengharuskan mahasiswa atau dosen datang ke kampus dipersilakan, dan dosen yang mendapatkan tugas tambahan seperti rektor maupun wakil rektor itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Arifin menambahkan, pihak kampus tidak menutup pelayanan di tengah masa penerimaan mahasiswa baru, akan tetapi membatasi kegiatan di kampus selama 18 hari ke depan, itu pun untuk mempermudah akses mahasiswa baru jika ada kendala serta kesulitan untuk mendaftar ulang di web, maka diperbolehkan datang ke kampus. (Fikri)