Minggu, Mei 17, 2026
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik
  • Pilihan Redaksi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Ngikik
  • Opini
  • Politik
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
Home Berita Utama

DPRD Tolak Kenaikkan Iuran BPJS Tingkat Tiga Naik

by Admin
Senin, 11 November 2019
in Berita Utama, Cirebon, Pilihan Redaksi
Reading Time: 3 mins read
A A
DPRD Tolak Kenaikkan Iuran BPJS Tingkat Tiga Naik

Ilustrasi: Arif Rahman/Suara Cirebon

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsAppShare on Telegram

SUMBER, SC- Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Mahmudi Abdillah SPdi, sangat tidak setuju jika iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tingkat III naik.

Mahmudi menolak dan sangat keberatan iuran BPJS tingkat tiga dinaikkan, karena, BPJS tingkat tiga ini, kelas masyarakat tingkat bawah, sehingga tidak mesti naik.

“Iuran BPJS dalam kondisi saat ini, tingkat tiga itu masyarakat bawah, harusnya tidak usah dinaikkan. Apalagi sekarang BPJS itu banyak pemangkasan-pemangkasan kebanyakan dinonaktifkan. di Kabupaten Cirebon saja sampai 22.000 yah yang dinonaktifkan,” ujar Mahmudi saat ditemui Suara Cirebon di ruang Fraksi PKB, Jumat (8/11).

Pihaknya pun akan sangat keberatan jika memang pemerintah menaikkan iuran BPJS di tingkat tiga ini. Sebab bagi Mahmudi jika ini ditetapkan, menjadi suatu keputusan yang tidak dipublikasikan.

“Sangat menyatakan keberatan sekali dan tidak mendukung jika pemerintah menaikkan iuran BPJS di tingkat tiga ini. Saya tegas menolak,” tandasnya.

Mahmudi pun merasa ironis, jika hal-hal yang sifatnya mensejahterakan masyarakat bawah ini, seperti wacana akan dinaikkan iuran BPJS di tingkat tiga. Dikatakan Mahmudi untuk mengimbangi iuran BPJS, Dinas Sosial Kabupaten Cirebon telah mendata ulang masyarakat yang terdampak data base.

Mahmudi pun menjelaskan bahwa selama ini, sudah ada pelayanan sosial kepada masyarakat. “Dinas sosial itu kan lagi mendata ulang terhadap masyarakat yang kena dampak penonaktivan, sebagai data base. Di setiap desa atau kecamatan kini sudah ada Pusat Kesejahteraan  Sosial (Puskes), itu kan lagi digencarkan oleh pemerintah dan sedang diverifikasi ulang,” katanya.

Diakui Mahmudi, pihaknya dengan tim Komisi IV melakukan ekspose bersama Dinas Sosial pada Kamis (7/11), pihaknya lantang membicarakan soal perekrutan dan pemangkasan BPJS.

“Saya kemarin Kamis (7/11) ekspose dengan Dinas Sosial, saya lantang mengatakan bahwa dalam perekrutan masyarakat yang kena dampak pemangkasan atau penonaktifan BPJS itu harus lebih jeli. Jangan sampai jadi ada suara lagi yang terdengar di masyarakat awam tidak dapat sasaran cara pemberian BPJS itu,” katanya.

Diakui Mahmudi, pihaknya sering mendengarkan dari masyarakat ada masyarakat awam yang tidak pernah mau tau tentang prosedur rekrutmen. Sedangkan secara di lapangan, kata Mahmudi perekrutan BPJS masih berbasis di tingkatan RT dan RW bahkan baginya perekrutan seperti itu sangat riskan.

“Saya sejak lama, batur-batur olih endog, olih duit dapat ini, dapat itu, saya tidak pernah sama sekali, dan anak saya sekolah tidak pernah sekali dapat bantuan. Keluhan ini jangan sampai terjadi, kemudian cara perekrutannya pun masih dengan cara berbasis RT dan RW ini sangat riskan dengan kedekatan keluarga,” tegasnya.

Adapun solusi yang ditawarkan Mahmudi terkait perekrutan BPJS ini, harus menggandeng atau pendampingan dari berbagai pihak akademisi seperti mahasiswa dan lainnya.

“Saya sarankan yang merekrut itu ada pendampingan dari pihak akademisi ya seperti mahasiswa-mahasiswi atau pihak akademisi lainnya. Ya walaupun di situ ada musdes terus ke kecamatan lalu ke bupati, laku ke provinsi dan ke kementerian, tapi sistem perekrutan ini harus sangat teliti,” katanya.

Sehingga menurut Mahmudi beberapa indikasi yang terkait dengan BPJS akan bisa diatasi dengan secara merata kepada masyarakat yang memang harusnya mendapatkan BPJS. Tapi, bagi Mahmudi jika sistem perekrutan tersebut tidak diubah, Mahmudi memastikan masih akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mahmudi menyampaikan, untuk di wilayah Kabupaten Cirebon pun masih memiliki 32.000 kuota untuk masa darurat bagi masyarakat yang sakit. Jadi tetap akan bisa dilayani.

“Jadi  kalau ada masyarakat yang sakit, tidak punya kartu BPJS tidak punya KIS dan lain sebagainya, masyarakat masih tetap bisa dilayani. Karena per hari ini sampai akhir Desember akhir masih ada 32.000 kuota. Jadi jangan takut kalau ada masyarakat yang tidak bisa dilayani, itu harus bisa dilayani,” tegasnya. (M Surya)

Admin

Berita Terkait

Cirebon

Wali Kota Cirebon Lantik Edi Siswoyo Jadi Pj Sekda

by Muhammad Surya
Kamis, 23 April 2026
Cirebon

Berkas Calon Sekda Kota Cirebon Berproses di Pemprov Jabar

by Muhammad Surya
Kamis, 23 April 2026
Cirebon

Kandungan Omega dan Protein Tinggi, Pemkab Cirebon Edukasi Masyarakat Gemarikan

by Islahuddin
Kamis, 23 April 2026
Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest

6 Cara Mengatasi Komputer No Signal, Gampang Banget

Selasa, 17 Januari 2023

Tembuluk Biji Kelapa Muda Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula, Obat Kencing Manis atau Diabetes

Jumat, 5 Mei 2023

BKPSDM Kabupaten Cirebon segera Panggil Oknum PNS Terlapor Dugaan Penipuan Rekrutmen PPPK

Jumat, 6 Februari 2026

Miraclein, Februari 2023 Penuh Keajaiban, Terjadi Setiap 823 Tahun, Beruntung Kita Mengalaminya

Selasa, 24 Januari 2023

Forum OSIS Jabar Gelar FOJB X Reduction

Banjir di Cirebon, Pebedilan, Pangenan, dan Gebang Tergenang, 1.300 Warga Desa Melakasari Mengungsi

LINK TAYANGAN ULANG Preman Pensiun 7 Episode 43, Agus dan Yayat Intai Penghianat, HP Ajun Dijambret Oo

Dijerat Dugaan Kasus Pajak, Jubir Paslon AMIN Ditangkap Kejaksaan

Wali Kota Cirebon Lantik Edi Siswoyo Jadi Pj Sekda

Kamis, 23 April 2026

Berkas Calon Sekda Kota Cirebon Berproses di Pemprov Jabar

Kamis, 23 April 2026

Kandungan Omega dan Protein Tinggi, Pemkab Cirebon Edukasi Masyarakat Gemarikan

Kamis, 23 April 2026

Kuwu Ciledug Tengah Cirebon Resmi Diberhentikan Sementara

Kamis, 23 April 2026
Currently Playing

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

USAHA JUALAN ANEKA BUBUR, OZET PER HARI TEMBUS RP.3 JUTA

00:03:19

MENGINTIP PRODUKSI BOTOK ROTI, LARIS MANIS SAAT RAMADAN, OMZET HITUNG SENDIRI...!!

00:09:53

TUKAR SAMPAH JADI EMAS DI BANK SAMPAH DEWI SRI CIREBON

00:12:45

PELUANG USAHA, BUKA TOKO BAKO TINGWEK, MODAL AWAL 700 RIBU, BISA BELI RUMAH 700 JUTA DAN UMROH

00:14:51

Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi, Penghasilan Meningkat hingga Rp.1 Milar dan Jadi Desa Wisata

00:08:44

HASILKAN PUNDI-PUNDI RUPIAH, NIAT AWAL LESTARIKAN BUDAYA CIREBON

00:07:00

AWALNYA COBA-COBA, KINI SUKSES TANAM SORGUM 2 HEKTAR DI LAHAN KURANG PRODUKTIF

00:08:51

Ikuti kami

Kategori

  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

Jaringan

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tems of Service
  • Privacy Policy
  • Info Iklan
  • Kontak

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Cirebon
  • Indramayu
  • Majalengka
  • Kuningan
  • Jawa Barat
  • Olahraga
  • Nasional
  • Hiburan
  • Politik
  • Ngikik

© 2024 Suara Cirebon - Berita Cirebon terkini hari ini.

Exit mobile version